Tuesday, October 3, 2017

Resume Artikel “Digital Skill”, Penopang Masa Depan Milenial

Generasi milenial merupakan generasi yang sangat berkebalikan dengan generasi di atasnya. Jika generasi milenial sudah melek dan setiap saat menggunakan teknologi, generasi di atasnya masih mengalami kesulitan dalam mengikuti perkembangan jaman yang kini, segalanya menggunakan teknologi untuk menopang kehidupan.


Namun dengan demikian, kemajuan teknologi dan kehidupan generasi milenial menimbulkan banyak kontroversi dan pemikiran yang berbeda-beda bagi sekelompok orang. Munculnya perbedaan pemikiran ini disebabkan oleh kebiasaan generasi milenial dalam menggunakan teknologi yang dianggap lebih banyak tidak memberikan manfaat, hanya buang-buang waktu saja, dan membuat generasi milenial kurang bersosialisasi secara real dengan masyarakat sekitarnya. Hal ini menimbulkan anggapan bahwa generasi milenial lebih bersifat egosentris dan memiliki kepedulian sosial yang rendah.

Namun jika ditelusuri dengan lebih cermat, adanya teknologi dan media sosial bisa dijadikan sebagai sarana belajar yang lebih baik, terlebih jika generasi milenial mampu memanfaatkan waktu dan memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan diri mereka masing-masing. Sebagai contoh dalam kehidupan nyata, kini dengan adanya media sosial YouTube, orang akan berlomba-lomba untuk membuat konten sekreatif mungkin, mencari banyak subscriber dan viewer yang nantinya dapat mereka gunakan untuk memonetisasi dirinya.

Selain itu, dengan adanya media sosial Instagram, generasi milenial juga memanfaatkan hal tersebut untuk berusaha menjadi popular dengan cara memberikan konten yang bersifat positif, menghasilkan karya yang menarik untuk dipublikasikan (dalam hal ini hasil kretivitas foto dan video yang mereka unggah), bahkan kini munculnya artis-artis endorse yang sebagian besar berasal dari generasi milenial. Hal-hal tersebut menghasilkan banyak manfaat selain karena kreativitas, juga dengan adanya hal ini uang bisa dihasilkan dengan lebih mudah.

Banyak sekali digital skill yang bisa terbentuk dengan adanya teknologi dan media sosial. Dengan adanya hal tersebut, kita bisa belajar secara otodidak untuk membuat konten yang kreatif, seperti membuat komik atau meme yang lebih mampu untuk menyampaikan pesan, membuat video dimana dalam hal ini orang harus belajar bagaimana teknik pengambilan video yang baik dan cara editing agar hasilnya menarik, dan banyak keterampilan lain yang bisa dipelajari.

Generasi milenial juga mampu mengembangkan pola pikir mereka. Dengan adanya sosial media, informasi-informasi mengenai perlombaan atau kompetisi akan lebih mudah tersebar secara luar. Oleh sebab itu, dengan mereka berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tersebut akan menambah knowledge dan pengalaman mereka.

Selain itu, dalam hal bisnis, hadirnya teknologi dan media sosial ini juga menjadi sebuah alat yang sangat mendukung keberlangsungannya. Kita lihat saja di era ini bahwa cara pemasaran konvensional sudah jarang digunakan dan lebih sering menggunakan online advertisement yang memanfaatkan adanya teknologi. Bahkan kini, toko-toko online dan marketplace online sudah semakin banyak dan kepercayaan orang akan online store sudah semakin meningkat. Maka dari itu, kini terbuksi bahwa telah banyak startup muda yang menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi.

Oleh karena itu, teknologi dan media sosial tidak selalu dinilai sebagai hal yang negatif. Hal ini sangat tergantung pada bagaimana orang memanfaatkan teknologi tersebut. Justru dengan adanya teknologi, generasi milenial menggunakannya sebagai sebuah alat bagi  mereka untuk belajar lebih banyak, mulai dari belajar grafis, konten, marketing hingga belajar bisnis yang dapat dengan mudah mereka pelajari sendiri jika mereka menyadari dengan baik akan manfaat teknologi.


Memang segala hal memiliki dua sisi, ada sisi negatif dan positifnya. Seperti halnya teknologi yang dinilai membuat orang semakin malas untuk melakukan sesuatu. Begitu pula dengan media sosial yang dianggap membuat orang menjadi anti sosial di dunia nyata dan bersifat lebih egosentris. Namun semua hal ini tergantung pada bagaimana kita menyikapi, menggunakan dan memanfaatkannya. Sebaiknya bagi kita, jadikan teknologi dan media sosial sebagai alat untuk belajar, untuk berinteraksi, sebagai forum untuk berdiskusi dan menambah wawasan untuk berkreativitas. (Elisabet Erika Rian Paramastri)

0 comments:

Post a Comment

 

A story about life Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang

Blogger Templates